Rabu, 19 Januari 2022

Memilih S2 di Teknik dan Manajemen Industri ITB

Saya menempuh kuliah S1 di ITENAS Bandung. Setelah lulus S1, saya sudah memiliki rencana untuk langsung S2. Ada beberapa alasan kenapa saya langsung mengambil kuliah S2, pertama ingin menjadi dosen, kedua dulu saya memiliki cita2 untuk merealisasikan karya tulis saya tapi merasa kurang ilmu dan networknya, ketiga saya ingin memiliki lebih banyak pengalaman yang belum saya miliki Ketika S1. Ketika perjalanan menuju S2 saya mencoba melamar ke beberapa perusahaan, tapi gagal di tahap wawancara, ada juga yang berhasil mendapat panggilan tapi perusahaan tersebut tidak sesuai dengan yang saya harapkan dan saya sudah terlanjur masuk S2. 

Untuk persiapan yang harus dilakukan untuk S2 yaitu Toefl Test minimal score 475, TPA Bappenas minimal score 475, IPK minimal 3,00, statement of purpose dan jangan lupa biayanya (biaya sendiri, orang tua atau beasiswa) 😊. Tes yang dilakukan yaitu di hari pertama ada tes psikotes, Bahasa inggris dan matematika, serta wawancara. Hari kedua tes mata kuliah jurusan Teknik Industri.

Setelah lolos ada matrikulasi selama 2 bulan, masuk setiap hari kuiah dari jam 7 sampai jam 5, dan setiap hari selalu dikasih kuis dan tugas di akhir sesi ketika zamanku. Penilaian matrikulasi dilihat dari nilai kuis dan ujian matrikusi di akhir, kalua gak lolos ya harus mengulang di tahun depan.

Semester 1 kita memiliki mata kuliah yang sama sebagai mata kuliah dasar yang harus dikuasai untuk S2 di Teknik Industri dan dosennya dapat yang killer2 wkwk.  Semester 2 barulah memilih Kelompok Keahlian. Ada 5 KK yaitu manufaktur, Ergonomi, manajemen, Sistem Informasi dan Logistik. Rencana awalku ingin memilih KK Sistem Informasi atau manajemen, tapi setelah riset akhirnya saya memilih ergonomic (alasannya karena dosennya baik-baik wkwk karena menurutku person itu number one.

Dan benar saja aku memiliki banyak pengalaman disini mulai jadi Ketua Murid di Setiap Mata Kuliah, kunjungan industry, dan lain2. Sesuai tujuan saya mencari networking, aku mengikuti beberapa organisasi dari mulai organisasi dalam kampus juga luar kampus. Aku mulai sering menjadi PJ event, menjadi MC, belajar desain. Aku juga belajar mengajar di Kampus S1 dulu. Aku juga mengikuti program2 di LPIK dan TGH SBM ITB, ternyata sampai sekarang berguna yang dulu hanya sebagai incubator, akhirnya menjadi pendamping social enterprise dari Kemenkop. 

Ketika Tesis aku mengalami sedikit kesulitan karena pandemic, yang harusnya lulus bulan Oktober 2020 jadinya baru selesai sidang Januari 2021. Stelah lulus aku mencari pengalaman sebagai freelancer sambil melamar2 pekerjaan dan alhamdulillah di bulan November 2021 menjadi dosen tetap di sebuah univ swasta di Jakarta. Begitulah pengalaman S2ku. Terimakasih. Bila ada yang ditanyakan bisa kunjungi instagramku ya @finazaim.



Minggu, 19 April 2020

Random Talk


Ngobrolin NIKAH

Di sela-sela kesibukan (eh emang sibuk?), tiba-tiba ingin rehat sejenak menulis sesuatu. Maafkan kawan, tulisannya acak-acakan (udah lama gak nulis). Blognya gak keurus wkwk. Jadi teringat waktu bincang-bincang tentang menulis sama anak-anak s3, katanya blog itu buat anak kecil karena tampilannya agak alay (emang iya ini buatnya waktu SMA). Tapi apa daya kawan manfaatkan fasilitas yang ada saja.

Di kalanganku saat ini sedang rentan membicarakan pernikahan, bahkan di sela-sela perkuliahan dosenku selalu menyelipkan nasehat-nasehat pernikahan. Walaupun banyak juga teman-temanku yang udah nikah. Kalau mendengar kata pernikahan mungkin banyak yang baper ‘aku ingin nikah’. Padahal emang beneran udah siap? Setelah diteliti, ternyata keinginan menikah itu tergantung lingkungan kita. Ada orang yang ingin cepet nikah, ada juga yang gak mau nikah cepet. Gak ada yang salah kawan, semua orang punya prinsip, semua tergantung persepsi dan informasi yang didapat. Awalnya dari ketidaksengajaan sharing-sharing tentang nikah, tapi tiba-tiba penasaran, mencoba berdiskusi dan melakukan survey dengan orang-orang yang sudah menikah dan belum menikah. Kebetulan juga aku punya teman kepala SPN, jadi minta sharing tentang pengalaman para kliennya. Lumayan kan berbagi ilmu.

Selain itu, tulisan ini terinspirasi dari teman-teman perempuanku yang curhat mengenai pernikahan. Rasanya dalam sebulan ini sudah ada 5 orang yang meminta pendapat mengenai hal tersebut (padahal aku pun belum nikah) dengan berbagai cerita yang belibet wkwk. Ada yang bentar lagi mau nikah, ada juga yang baru sampai tahap baper. Ku persembahkan tulisan ini untuk kalian, semoga bermanfaat.

Pihak Perempuan

Tim ingin menikah cepat
Mereka ingin menikah cepat dengan alasan ingin menjaga, menjalankan sunnah rasul, udah disuruh ortu, ingin punya keturunan, butuh partner hidup, butuh seorang pendukung, butuh pembimbing.

Tim gak mau nikah cepat
Alasannya ingin kerja dulu, belum kepikiran, takut ketemu orang baru, belum boleh sama ortu, mau biayain adik dulu, belum siap, masih ingin belajar.

Pihak laki-laki

Tim ingin menikah cepat
Ada yang bilang karena maut itu dekat, kalau bisa disegerakan selagi mampu kenapa tidak, ortu ingin menimang cucu, butuh partner hidup, karena dengan menikah Allah memberi banyak keberkahan, ingin melanjutkan generasi, fitnah dunia begitu besar, ingin beribadah, menyempurnakan separuh agama, menjalankan sunah rasul, menjaga pandangan.

Tim gak mau nikah cepat
Alasannya belum kepikiran, ingin mapan dulu, belum siap, belum membahagiakan ortu, ingin s3 dulu, belum cukup ilmu, mau memperdalam agama, masih ada tanggungan lain.

Dari jawaban di atas, kamu termasuk tim yang mana? Kalau kamu sudah mampu dari berbagai aspek terutama mental, baiknya disegerakan untuk menjaga diri dari dosa dan fitnah, tapi kalau belum mampu sebaiknya berpuasa. Menyegerakan bukan berarti terburu-buru, tapi mempersiapkan :)

Wahai generasi muda, barangsiapa diantara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barang siapa belum mampu hendaknya berpuasa sebab ia dapat mengendalikanmu.
(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Rasulullah SAW. bersabda:”Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah“.  
(HR. Bukhari)

 “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”  
[QS. Adz Dzariyaat (51):49].


Sedikit Intro Mempersiapkan Pernikahan

Aku menyadari bahwa fitnah dunia begitu besar. Pantas saja orang tuaku begitu ketat mendidikku untuk menjaga jarak dengan lawan jenis agar tidak terjerumus ke hal yang salah, katanya boleh berteman dengan lawan jenis tapi gak usah jadi sahabat nanti takutnya baper2an. Orang tuaku melarang tuk pacaran, tapi mereka lebih dari itu. Mereka memantauku sampai selesai s1, selalu ditanyakan dengan siapa dan dimana setiap saat, gak boleh boncengan, gak boleh jalan berdua, bahkan ketika pulang ke rumah hp ku selalu di cek. Nah barulah ketika S2 aku mulai dilepas dan ga ditanya2 lagi. Dulu aku sempat kesal karena orang tua begitu ketat kepadaku, sedangkan ke anak yang lain tidak. Tapi sekarang aku sangat berterimakasih karena mereka telah menjagaku untuk tidak disentuh oleh yang bukan mahram. Suatu hari jika ditakdirkan, aku juga ingin menjaga anak-anakku dari fitnah dunia. Tau gak teman-teman? Ternyata menjaga juga salah satu bentuk persiapan menikah. Selain karena menghindari dosa, wanita itu katanya dilihat dari masa lalunya.

Perkara menikah, tak usah dirisaukan karena semua sudah diatur sama Allah. Terpikir ku ingin menikah dari sejak lulus s1, karena waktu itu banyak sekali temanku yang menikah. Tapi sepertinya saat itu cuman baper-baperan, karena belum mempersiapkan. Aku mulai mempersiapkan pernikahan ketika s2, mulai ikut seminar2, belajar membuat CV nikah (siapa tau suatu hari berguna, kalaupun tak terpakai setidaknya ada gambaran), baca buku (tidak hanya pernikahan, bagiku yang lebih penting aqidah), tanya2 ke orang, belajar manajemen keuangan, cara mengelola emosi, cari tau visi-misi menikah, cari tau gimana cara mendidik anak, dll. Intinya tanda siap nikah itu semakin memperbaiki diri. Persiapan itu penting. 

Nikah itu bukan perkara main-main, harus dipersiapkan matang-matang karena akan ada rintangan yang dihadapi setelah menikah. Menikah itu tentang bagaimana saling menerima kekurangan dan saling melengkapi. Bagaimana cara kita menyamakan persepsi dengan pasangan. Kita juga akan bertemu orang-orang baru, harus belajar memposisikan diri. Jangan sampai menyesal, karena menikah itu bukan satu dua tahun. Niatkan menikah untuk beribadah, semakin mendekatkan diri kepada Allah, agar Allah menjaga pernikahan kita.


Sharing Nikah

Berikut ini ada sedikit pandangan dari 2 teman ikhwan yang sudah siap menikah.

V : Kalau menurut aku, nikah itu harus segera dan mapan. Kalau syarat utama (usia dan ada calon) udah terpenuhi untuk bisa menikah ya sebaiknya disegerakan. Apalagi dengan kondisi zaman sekarang yang godaannya luar biasa, udah gak ada lagi hijab ngobrol dengan yang bukan mahram, dan sosmed isinya banyak menggerus iman, maka ya harus disegerakan menikah kalau sudah tidak sanggup menahan diri dari dosa.
Kalau mapan itu harus, karena menurut KBBI itu artinya mantap (tidak goyah, stabil). Jadi mapan itu gak hanya tentang mapan secara finansial. Mapan itu setidaknya dalam konteks pribadinya, mapan mental dan ilmunya. Kalau mapan finansial itu gak perlu menurutku, karena menikah kan salah satu cara membuka pintu rezeki Allah, yang berarti kita gak perlu khawatir sama rezei setelah menikah.

Y : Kalau aku pribadi patokan menikah itu tentang seberapa yakin kita kepada Allah. Seberapa dia sudah siap dengan ilmu, harta dan ruhiyahnya untuk menanggung tanggung jawab keluarga yang dimana dosa dan pahala jariyahnya akan mengalir dari anak keturunan. Kalau finansial, selama bisa menjamin memberikan nafkah setelah nikah maka tidak masalah. Tentang ilmu, selama sudah tau tentang aqidah dan hal-hal dasar, menurutku udah cukup. Sisanya tinggal apakah dia mau belajar atau enggak. Yakin sama Allah lebih kea rah yakin pernikahan itu membawa kita semakin dengan dengan Allah dan siap untuk memperjuangkan semenjak meniatkan hingga akhir hayat. Karena dari pernikahan, kalau yakin sama Allah ini ibadah yang baik, InsyaAllah sisanya akan mengikuti. Tetap sambal ikhtiar dan mempersiapkan.

"Pilihlah lelaki yang baik agama dan akhlaqnya (senantiasa memperbaiki diri), Jika marah tidak akan menghina. Bila cinta akan memuliakan."( Imam Hasan Al Basri )

Kali ini aku mau sharing mengenai tipe-tipe laki-laki yang ingin menikah berdasarkan dari kejadian-kejadian yang aku saksikan, pengalaman teman2ku yang sudah menikah dan seminar-seminar pranikah.

1. Ingin menikah dan siap menikah
Biasanya laki2 tipe ini mereka yang sudah benar2 siap dan serius untuk menikah, jarak dari menyampaikan menuju pernikahan biasanya hanya berjarak bulanan, gak lebih dari 1 tahun. Mereka sudah merencanakan matang2 dan akan membahas yang benar2 serius mengenai visi misi ke depan. Tipe ini dibagi 2 lagi.
-        Langsung datang ke orang tua
Ini biasanya tipe laki-laki yang pemberani. Dia langsung menyampaikan maksudnya kepada orang tua perempuan. Kalau diterima, segera lamaran dan menentukan tanggal menikah.
-        Lewat jalur taaruf
Idealnya taaruf dimediatori oleh orang yang sudah menikah, entah itu murabbi, teman, saudara ataupun lembaga. Mediator disini fungsinya untuk membimbing agar tidak salah arah dan menemani interaksi si calon, makanya baiknya harus yang sudah menikah. Biasanya diawali dengan bertukar CV, dilanjut bertemu calon (saling bertanya), bertemu orang tua, lamaran, nikah.

2. Ingin menikah tapi belum siap nikah
Tipe ini banyak banget macamnya, ada yang benar serius dan juga modus. Tanda laki-laki modus, dia pintar dalam berkata-kata, kalau disuruh serius akan menghindar. Tapi ada juga tipe ini yang benar serius, biasanya mereka minta dimediatori untuk taaruf, bertukar CV, kalau dua belah pihak sudah oke, bilang ke pihak orang tua perempuan untuk ditunggu. Ada juga yang labil dan pemilih. Tapi pada umumnya tipe ini menyampaikan kepada pihak perempuan mengenai keinginannya untuk serius, tapi belum siap nikah dan biasanya minta ditunggu. Kalau sudah berurusan sama yang beginian logic juga harus jalan akhwat, jangan hanya pakai perasaan. Menghadapi tipe ini para akhwat harus lebih cermat dan berhati-hati, jangan sampai nanti jadi korban PHP. Lihat baik-baik apakah ikhwan tersebut dapat dipercaya atau tidak. Ada tips untuk para akhwat menghadapi ikhwan tipe ini agar tidak menjadi korban PHP, apakah dia benar serius atau hanya main-main.
  • Cerita yang jujur kepada orang yang dipercaya, kalau aku biasanya ke ibu. Kalau kalian tidak dekat dengan ibu, bisa ke orang lain tapi kalau bisa yang sudah menikah, biasanya mereka lebih paham, agar mendapat solusi yang tidak salah arah (jangan sampai terjerumus ke dalam dosa).
  • Untuk melihat apakah bisa dipercaya atau tidak kalian bisa tau dari gerak-geriknya. Apakah dia orang yang jujur atau banyak berbohong. Apakah perkataan dia sesuai dengan tingkah lakunya atau tidak. Atau kalian bisa tanya juga ke teman dekatnya.
  • Kalian bisa lihat apakah dia benar2 mempersiapkan (Entah agama, fisik, mental, ataupun finansial. Bisa dengan belajar pranikah, sering ikut kajian, memperbanyak intensitas membaca Quran dan lain2, intinya banyak belajar tidak hanya ilmu pernikahan) dan memperbaiki diri. Kalau dia hanya bilang mau serius tapi tidak mempersiapkan, bisa dipastikan itu hanya main2. Bisa lihat juga lingkungan pertemanannya.
  • Seiring berjalannya waktu lihat juga bagaimana dia memperlakukan kita, entah dari kata2 ataupun perilakunya. Biasanya laki2 yang serius tidak mengajak untuk berbuat maksiat, dia akan menjaga kesucian akhwatnya.
  • Lihat juga bagaimana interaksinya dengan para akhwat, laki-laki yang serius akan lebih menjaga dan tau batasan mengenai obrolan atau hal lainnya.
  • Jangan lupa tanyakan apakah dia sudah membicarakan hal ini dengan orang tuanya. Kalau belum, jangan terlalu percaya. Laki-laki yang serius bisa meyakinkan orang tuanya. Kalau belum bisa meyakinkan orang tuanya, bagaimana akan meyakinkan orang tua si perempuan.
  • Laki-laki yang serius akan bersikap apa adanya. Selain it,u dia akan jujur kepadamu apa yang menjadi kendala mereka saat ini.
  • Dia akan membicarakan hal yang serius mengenai pernikahan, setidaknya dia memberi tahu visi misi nikahnya.
  • Lihat juga apakah dia berani untuk datang ke rumah orang tuamu untuk memperkenalkan diri. Dia akan menyampaikan maksudnya kepada orangtuamu, jikalau belum siap dia akan meyakinkan pihak orang tua dan menyampaikan alasan syari nya mengenai kenapa belum siap menikah serta kapan akan menikahinya sudah jelas waktunya. Kalau rumahnya sangat jauh, biasanya laki-laki yang serius setidaknya akan menghubungi ayah si perempuan lewat telpon (pengalaman dari teman-temanku yang sudah menikah).
  • Terakhir, jadilah diri sendiri. Tak usah menjadi beda di hadapan dia. Lihatlah apakah dia akan menerima kekuranganmu atau tidak. 

Untuk para akhwat kalau ikhwannya belum begitu gak usah minta mereka untuk berubah harus gini harus gitu. Kalau memang serius, nanti juga sadar sendiri. Pasrahkan saja kepada Allah. Biarkan Allah yang menuntunnya. Jadi kan nanti kita tau, kalau ikhwannya ga berubah ya berarti dia hanya main-main, kalau ada perubahan menuju lebih baik insyaAllah ikhwan itu serius. Ketika kamu tau dia main-main, gak usah sedih karena Allah telah mempersiapkan yang lebih baik untukmu. Yang penting jangan sampai salah arah. Juga kalau kalian para akhwat mau tau informasi mengenai apakah dia berubah ataukah dia jujur? gak usah di stalking kaya detektif. Berdoa aja minta ditunjukkan sama Allah. Nanti juga semua informasi akan kalian dapat. Percaya deh.

Segitu dulu ya sharingnya, semoga bermanfaat untuk kalian para akhwat. Tapi wallahu’alam, manusia hanya bisa berikhtiar dan Allah yang menetapkan. Kuncinya ikhlas dan berdoa. Yakin aja kalau memang jodohnya, akan Allah persatukan di waktu yang tepat dan dimudahkan. Nah, kalau sudah ada ikhwan benar serius dan datang ke rumah, para akhwat jangan memberatkan apalagi masalah mahar. Luruskan lagi niat menikahnya untuk ibadah. Untuk para ikhwan yang sedang mempersiapkan semangat untuk kalian, semoga mendapat kemudahan.





Sabtu, 04 April 2020

CONTINUOUS ONE PIECE FLOW


One-piece flow (juga biasa disebut sebagai continuous flow manufacturing) adalah teknik yang digunakan untuk memproduksi komponen dalam lingkungan seluler. Sel adalah area di mana segala sesuatu yang diperlukan untuk memproses bagian itu mudah dijangkau, dan tidak ada bagian yang diizinkan untuk pergi ke operasi berikutnya sampai operasi sebelumnya selesai. Tujuan dari one piece flow adalah untuk membuat satu bagian pada satu waktu dengan benar setiap saat tanpa gangguan yang tidak terencana dan tanpa waktu antrian yang panjang.
One-piece flow menggambarkan urutan produk atau aktivitas transaksional melalui proses satu unit pada satu waktu. Sebaliknya, produksi batch menciptakan sejumlah besar produk pada satu waktu - mengirimkannya bersama melalui setiap langkah operasional. Dalam one-piece flow, fokusnya adalah pada produk atau pada proses transaksional, bukan pada menunggu, mengangkut, dan menyimpan keduanya. Metode one-piece flow membutuhkan waktu penggantian pendek dan kondusif untuk sistem “pull”.  One-piece flow adalah inti dari lean manufacturing, karena dapat mempersingkat lead time yaitu waktu yang diperlukan mulai dari material hingga menjadi barang jadi. Selain itu juga dapat mencapai tujuan yang lain yaitu kualitas terbaik, cost terendah, dan delivery yang tersingkat.

Perbandingan One – Pice Flow dan Batch Production
Ilustrasi berikut menunjukkan dampak pengurangan ukuran batch ketika membandingkan aliran batch dan one-piece.

Perbedaan waktu antara kedua sistem aliran ini sangat besar. Sistem one-piece flow menghemat 18 menit untuk batch yang sama sebanyak 10 buah. Dengan sistem ini dapat diproduksi 3 kali lebih banyak daripada sistem batch dan antrian. Selanjutnya, potongan pertama sedang dalam proses hanya 3 menit. Sistem atau operator dapat memeriksa bagian segera di setiap proses (A, B dan C).

Kelebihan dan Kekurangan Metode One-Piece Flow
Kelebihan dalam menerapkan metode continuous one-piece flow:
  1. Dapat di peroleh tingkat biaya produksi per unit (unit production cost) yang rendah, apabila dihasilkannya produk dalam volume yang cukup besar dan produk yang di hasilkan distandarisasi.
  2. Dapat dikuranginya pemborosan — pemborosan dari pemakaian tenaga manusia ,terutama karena sistem pemindahan bahan.
  3. Biaya tenaga kerja (labor cost) rendah , karena jumlah tenaga kerjanya yang sedikit dan tidak memerlukan tenaga yang ahli (cukup yang setengah ahli) dalam pengerjaan produk yang dihasilkan.
  4. Biaya pemindahan bahan didalam pabrik juga lebih rendah, karena jarak antara mesin yang satu dengan mesin yang lain lebih pendek dan pemindahan tersebut digerakkan dengan tenaga mesin (mekanisasi).
Kekurangan dalam menerapkan metode continuous one-piece flow:
  1. Terdapat kesukaran untuk menghadapi perubahan produk yang di minta oleh konsumen atau pelanggan. Jadi proses produksi seperti ini khusus untuk menghasilkan produk-produk yang permintaan (demand) nya besar dan stabil, serta style produknya tidak mudah berubah.
  2. Proses produksi mudah terhenti, karena apabila terjadi kemacetan di suatu tempat/tingkat proses (di awal, di tengah atau di belakang), maka kemungkinan seluruh proses produksi akan terhenti yang di sebabkan adanya saling hubungan dan urut-urutan antara masing-masing tingkat proses.
  3. Terdapat kesukaran dalam menghadapi perubahan tingkat permintaan, karena biasanya tingkat produksi (rate of production) nya telah ditentukan, sehingga sangat kaku (rigid).


Menggunakan sistem tarik untuk mengontrol produksi saat aliran kontinu (Continuous Flow) tidak sampai tahap upstream. Ada kalanya beberapa area dalam value stream dimana continuous flow tidak mungkin diimplementasikan sementara pengelompokan diperlukan. Ada beberapa alasan yang bisa menyebabkan hal ini terjadi diantaranya: 
  1. Beberapa proses yang memang dirancang untuk beroperasi dalam waktu siklus yang sangat cepat atau bahkan sangat lambat dan butuh change over untuk melayani famili produk sekaligus.
  2. Beberapa proses, seperti proses yang terdapat pada supplier, memiliki letak yang jauh sehingga pengiriman satu produk dalam satu waktu menjadi tidak realistis.
  3. Beberapa proses memiliki terlalu banyak lead-time atau sangatlah tidak masuk akal untuk menggabungkan secara langsung antara proses yang satu dengan proses yang lain dalam satu continuous-flow.




Marton. M, Paulova. I. (2005): One Piece Flow - Another View On Production Flow In The Next Continuous Process Improvement, Institute of Industrial Engineering, Management and Quality, 30-34.

Issue dalam Menerapkan One Piece Flow, diperoleh melalui situs http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/38003/Chapter%20II.pdf?sequence=4. Diunduh pada tanggal 16 Februari 2019.
Kelebihan dan Kekurangan One Piece Flow, diperoleh melalui situs internet: http://indahstyleajhaok.blogspot.com/2010/10/pengantar-manajemen- produksi.html. Diunduh pada tanggal 16 Februari 2019.

TOYOTA PRODUCTION SYSTEM (TPS)

Hasil yang paling nyata dari upaya Toyota mencari keunggulan adalah filosofi manufaktur yang disebut Toyota Production System (TPS). TPS merupakan evolusi besar dalam proses bisnis yang efisien setelah sistem produksi massal yang diciptakan oleh Henry Ford, dan telah didokumentasikan, dianalisis, dan diekspor ke perusahaan-perusahaan di berbagai industri di seluruh dunia. Di luar Toyota, TPS sering kali dikenal sebagai “lean” atau “lean production”. Untuk menjadi sebuah perusahaan manufaktur yang lean diperlukan suatu pola pikir yang terfokus pada membuat produk mengalir melalui proses penambahan nilai tanpa interupsi (one-piece flow), suatu sistem “tarik” yang berawal dari permintaan pelanggan, dengan hanya menggantikan apa yang diambil oleh proses berikutnya dalam interval yang singkat, dan suatu buadaya dimana semua orang berusaha keras melakukan peningkatan secara terus-menerus. Toyota telah mengidentifikasi 8 jenis pemborosan yang tidak menambah nilai dalam proses bisnis atau manufaktur, yang akan dijelaskan dibawah ini.
  1. Produksi berlebihan. Memproduksi barang-barang yang belum di pesan, akan menimbulkan pemborosan seperti kelebihan tenaga kerja, kelebihan tempat penyimpanan dan biaya transportasi yang meningjkat karena adanya persediaan barang berlebihan.
  2. Waktu (menunggu). Para pekerja hanya mengamati mesin otomatis yang sedang berjalan, derdiri menunggu langkah proses selanjutnya , alat pasokan komponent berikutnya, atau menganggur saja karena kehabisan material, keterlambatan proses, mesin rusak, dan Bottleneck (sumbatan) kapasitas.
  3. Transportasi yang tidak perlu. Membawa barang dari proses (WIP) dalam jarak yang jauh. Menciptakan angkutan yang tidak efisien, memindahkan material, komponent, barang jadi ke dalam atau keluar gudang atau antar proses.
  4. Memproses secara berlebih atau memproses secara keliru. Melakukan langkah yang tidak di perlukan untuk memproses komponen, melaksanakan pemrosesan yang tidak efisien karena alat yang buruk, menyebabkan gerakan yang tidak perlu dan memproduksi barang cacat.
  5. Persediaan berlebih. Kelebihan material atau barang dalam proses jadi menyebabkan ”Lead time” yang panjang. Menyembunyikan masalah seperti tidak keseimbangan produksi,keterlambatan pengiriman dari pemasok, product cacat, mesin rusak dan waktu setup yang panjang.
  6. Gerakan yang tidak perlu. Setiap gerakan karyawan yang mubajir saat melakukan pekerjaan seperti, mencari, meraih, menumpuk komponent, alat dan lain sebagainya. Berjalan juga merupakan pemborosan.
  7. Memproduksi produk cacat.
  8. Kreativitas karyawan yang tidak dimanfaatkan.



Sumber :
Liker, Jeffrey. 2004. The Toyota Way: 14 Prinsip Manajemen dari Perusahaan Manufaktur Terhebat di Dunia. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Ergonomi Makro


Pendekatan ergonomi makro dibangun berdasarkan pedoman ergonomi mikro dan berkonsentrasi pada pengenalan, integrasi, dan pemanfaatan teknologi. Tujuan dari ergonomi makro adalah untuk mengoptimalkan fungsi (yaitu keselamatan dan efisiensi) dari sistem sosioteknik yang dimaksudkan tidak hanya melalui peningkatan peralatan, lingkungan kerja, workstation, metode kerja, pekerjaan, dll. Tetapi juga dengan mempertimbangkan teknologi sebagai penentu dari desain organisasi. Populasi pengguna akhir adalah budaya dan atribut psikososial, yang memainkan peran kendala dalam proses optimisasi multi-variabel dan dinamis, juga predikat karakteristik yang diperlukan dari sistem manajerial dan kontrol yang sesuai (lih. Meshkati, 1989).
Makroergonomi dapat diterapkan pada sistem sosioteknik yang lebih luas atau 'organisasi yang paling kompleks', 'organisasi sangat kompleks' dan 'organisasi kompleks' (Kleiner dan Booher 2003).

Perbandingan Ergonomi Mikro dan Makro
Ergonomi mikro difokuskan pada tingkat sistem manusia-mesin dan berkaitan dengan desain kontrol individu, display, dan workstation. Ini termasuk studi tentang keterampilan psikomotorik, kapasitas dan kompleksitas kognitif, pengambilan keputusan manusia, pemrosesan dan kesalahan informasi, dll.
Sebagai perbandingan, ergonomi makro difokuskan pada tingkat keseluruhan sistem teknologi orang dan berkaitan dengan dampak sistem teknologi pada sistem organisasi, manajerial, dan personalia (Hendrick, 1987a, 1987b).

Contoh Penerapan
Contoh penerapan ergonomi mikro pada suatu kasus diantaranya yaitu mendesain ruang control beserta display-nya, menganalisis human error, level instrumentasi dan otomasi pabrik, training, dan lain-lain.
Contoh penerapan ergonomi makro pada suatu kasus diantaranya yaitu menganalisis efek dari variabel budaya, masalah organisasi dan manajerial, dan lain-lain.

Sumber:
Kleiner. M, Hettinger. L, Dejoy. D, Huang. Y dan Love. P. (2015): Sociotechnical attributes of safe and unsafe work systems, Ergonomics, 58:4, 635-649.
Meshkati. N. (1989): An Etiological Investigation Of Micro- And Macroergonomic Factors In The Bhopal Disaster: Lessons For Industries Of Both Industrialized And Developing Countries, International Journal of Industrial Ergonomics, 4, 161-175.

Jumat, 02 Maret 2018

"Jalin Hubungan Baik dengan Teman, Tapi Jangan Bengantung Pada Teman"

Haloo sahabat blogger. Apa kabar kalian? Semoga kabar baik menyertai kalian ya. Aamiin. Kali ini gue mau kasih sedikit oretan gue mengenai TEMAN. Selamat menikmati!!!

Manusia itu gak ada yang bisa hidup sendiri. Kita butuh orang lain. Dalam hidup ini kita butuh teman. Teman sekolah, teman kuliah, teman bisnis sampai teman hidup. Dengan teman kita bisa saling membantu, saling bercanda, saling bertengkar, saling memahami dan lain-lain. Kalian semua pasti punya teman kan? Ada ga diantara kalian yang ga butuh teman? Hmm, kayanya itu ga mungkin. Sekalipun dia orang jahat, pasti dia punya teman yaitu teman jahat.

Kalau kalian gimana sih cara memilih teman? Dari kepintaran kah? Dari hartanya kah? Sama-sama suka nongkrong? Sama-sama suka ngegosip? Atau karena suka bareng ke masjid? Atau sama-sama punya pemikiran bisnis yang sama? Atau karena sekampung? Hmm atau sama-sama suka jail? Hehe oke deh pasti banyak banget alasan kalian berteman dengan seseorang. Gue yakin diantara kalian mungkin ada yang punya geng atau mungkin sampai bersahabat. Iya nggak?

Kalau dari umur gimana? Milih yang seumuran kah? Atau yang lebih tua? Atau yang lebih muda? Atau yang lebih tua? Atau bahkan orang yang sudah tua? Kalau dari jenis kelamin kalian pilih sesame jenis atau lawan jenis? (kalau LGBT pliss jangan yaa hehe)

Nahh, siapa diantara kalian yang punya teman lebih dari 5 tahun tetep barengan? Atau bahkan cuman berteman 1 bulan udah gitu musuhan? Gimana sih cara mempertahankan pertemanan biar awet?
Kalian harus tau temen2 kalau kita itu diciptakan dengan perbedaan. Perbedaan itu membuat kita unik. Jadi wajar dong kalau temen kita ataupun sahabat kita yang memiliki kesamaan pasti punya perbedaan juga. Kita harus bisa saling memahami.

Tapi temen2, ada nihh temen yang bisa awet sampe selamanya. Temen yang gimana tuhh? Kalau dalam agama gue yaitu Islam, temen yang awet itu temen yang dilandaskan karena Allah. Gimana sih maksudnya? Maksudnya ya kita berteman alasannya karena Allah, walaupun awalnya mungkin ketemu gara2 hal lain. Karena kalau pertemanan kita dilandaskan karena Allah itu bakalan awet dunia akhirat kalau bisa sih sehidup sesurga. Nahh itulah pertemanan awet yang gue rasakan, karena kalau alasannnya itu kita ga akan pernah mandang bulu, saling mengingatkan sama Allah dan seandainya kita bertengkan kita saling mengingatkan kan dalam agama ga boleh bertengkar lebih dari 3 hari 3 malam.

Gue mau ceritain salah satu teman pengalaman gue nihh. Jadi kan dulu gue tuhh ikutan seminar bisnis sama temen gue. Nahh si temen gue itu anggap aja X punya temen namanya Y. Waktu itu kita kenalan tapi belum terlalu deket bahkan abis acara itu kita ga pernah kontakan lagi. Suatu hari gue ada magang di pupuk kujang. Ceritanya pas akhir2 gue magang udah ga kost lagi disana, tapi besoknya gue harus ke sana lagi. Maka dari itu gue memutuskan untuk mencari tumpangan ke orang yang gue kenal. Dan kebeneran temen magang gue tuh cowok semua ya kali ikut sama mereka. Gue keinget temen segeng gue di kampus tinggal di deket sana. Yaudah gue langsung hubungin dia, eh taunya dia ga bisa. Yah gimana dong? Terus gue berpikir dan akhirnya gue menemukan solusi untuk menginap di tempat temen gue yang ketemu di seminar soalnya Y pernah bilang kalau dia kerja di sana. Lahh tapi kan gue ga punya kontaknya, gue langsung menghubungi X dan akhirnya dapet juga kontaknya si Y. Gue hubungin tuh si Y dan taunya dia bisa. Okee langsung caw ke tempat dia. Disana kita ngobrol2 tentang diri kita dan ternyata umurnya diatas gue trus jurusan kita juga beda. Beberapa minggu kemudian ketika gue sedang berada di Bandung dia ngontak katanya dia mau nginep di kosan gue. Dan ternyata dia butuh kosan di Bandung yaudah deh kita akhirnya ngekost bareng. Saat ngekost bareng ternyata kita tuh sama-sama suka membicarakan hal-hal yang berbau agama, dan akhirnya kita suka ke pengajian bareng. Tapi suatu hari ada hal yang harus memisahkan kita. Sedih banget. Bukan putus hubungan yaa, pisah kosan aja. Tapi kita masih suka jalan bareng, ke pengajian bareng, dan sampai saat ini kita masih sering berkabar walau gue udah kuliah dan pisah kota. Semoga persabatan kita ini bisa sehidup sesurga yaa. Aamiin. Uhibbuka fillah untuk sahabatku disana. Sukses dunia akhirat.

Okayy udah duluu yaa nanti kita sambung lagi di kemudian hari. Gue doain semoga pertemanan kalian juga awet yaa. Bertengkar atau adanya perbedaan dalam pertemanan itu wajar yang penting saling memahami dan saling percaya. Itu aja sih pesen dari gue. Eh ada satu lagi pesennya baca di judul yaa. See youu.

Jumat, 12 Januari 2018

#Tulisan Seorang Teman (1)

Halo sahabat blogger. Udah lama banget ga posting. Kali ini aku bakal posting tulisan seorang teman kelas kuliah dari awal masuk S1 dan kayanya sampe S2 masih bakalan sekelas juga.wkwk sekaligus partner nulis karya ilmiah saat kuliah S1. Tulisan ini dibuat pada semester 4 akhir, saat itu temanku sedang merasakan dekatnya dengan Sang Pencipta sehingga dia mengekspresikannya lewat tulisan. Yang aku tahu ketika itu dia seorang yang rajin ke mesjid, setiap hari mengaji dan mengajari orang lain. Ketika itu temanku merupakan sosok orang yang ramah, giat belajar, selalu membantu orang lain dan selalu menjaga jarak dengan lawan jenis. Segitu aja prolognya, yuk menikmati tulisannya, InsyaAllah bermanfaat buat sahabat sekalian.  

 Pray With

LOVE


Jika kita berbicara soal cinta pasti tidak akan ada habisnya, bahkan kita tahu bahwa hampir semua lagu bertemakan cinta. Pengertian cinta sangatlah sulit untuk diartikan, namun setidaknya kita dapat mendefinisikan melalui pendekatan ciri-cirinya. Salah satu definisi cinta diungkapkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziah, bahwa cinta adalah mengutamakan yang dicintai daripada yang lainnya.(Madarijus Salikin: Jilid II/401)
Cinta merupakan fitrah yang Allah berikan kepada manusia. Tanpa cinta hidup manusia akan terasa hambar. Cinta merupakan alasan terkuat seseorang dalam melakukan sesuatu. Seseorang akan rela berkorban demi yang dicintainya. Lalu apa kaitannya cinta dengan beribadah kepada Allah?
Ada empat tingkatan  manusia dalam melakukan ibadah jika dilihat dari fenomena yang terjadi di sekitar kita.
Pertama, yaitu orang yang beribadah karena terpaksa. Beribadah karena terpaksa atau dipaksa merupakan tingkatan yang paling rendah  dan boleh jadi dia beribadah niatnya bukan karena Allah, namun karena takut dihukum, takut dimahari, ingin dilihat orang lain (ria). Kedua, yakni orang beribadah karena takut dosa. Ketiga, yaitu orang yang beribadah karena ingin mendapatkan pahala. Keempat, yakni orang yang melakukan ibadah karena rasa cintanya kepada Allah SWT. Tingkatan ini merupakan tingkatan teringgi dari seorang hamba dalam beribadah kepada Allah. Orang yang beribadah pada tahap ini melakukan ibadah bukan karena takut dosa ataupun ingin mendapatkan pahala, namun karena cintanya kepada Allah. Pertanyaan yang akan muncul bagaimana ciri-ciri orang yang beribadah karena cinta kepada-Nya?
Dalam buku yang berjudul Ihya ‘Ulumuddin, Imam Al-Ghazali membeberkan tiga tanda cinta.
Tanda Cinta Pertama
“Barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia senang untuk mengingat-ingatnya”.
Tidak ada yang lebih sering diingat kecuali apa yang disenanginya. Orang tua yang cinta kepada anaknya ia akan senan tiasa teringat dengan anaknya. Orang tua akan sering menghubungi untuk memastikan apakah kondisi anaknya baik-baik saja. Sama halnya jika kita cinta kepada Allah SWT maka tanda cinta yang akan muncul adalah
 “Barang siapa yang mencintai Allah maka ia senang untuk mengingat-ingat-Nya”.
Orang yang cinta kepada Allah ia akan selalu ingat kepada-Nya dalam kondisi apapun sehingga ia tidak akan melakukan hal-hal yang dilarang Allah karena ia selalu merasa diawasi oleh Allah.
Tanda Cinta Kedua
 “Barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia senang untuk menemuinya”.
Seseorang akan mendahulukan pertemuan dengan apa yang disenanginya dari pada yang lainnya. Contohnya saja ada seseorang yang senang sekali dengan mobil barunya, sebentar-sebentar menengok mobilnya. Begitu pula ketika seseorang mencintai orang lain maka ia akan senang apabila bertemu dengan orang yang dicintainya. Seharusnya ini yang dilakukan dalam beribadah kepada Allah sehingga ciri orang yang beribadah karena ia cinta kepada Allah adalah
 “Barang siapa yang mencintai Allah maka ia senang untuk menemui-Nya”.
Orang yang cinta kepada Allah maka ia akan senang ketika hendak bertemu dengan Allah. Ia akan mendahulukan bertemu dengan Allah. Salah satu media bertemunya seorang hamba dengan sang pencipta adalah ketika shalat. Ketika terdengan suara “hayya ‘alassholaah…..”  maka ia akan bergegas untuk menemui yang dicintainya. Ia akan meninggakan segala aktifitasnya untuk melaksanakan sholat.
Tanda Cinta Ketiga
 “Barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia senang untuk bersamanya”.
Orang yang mencintai sesuatu ia akan senang dan rela untuk bersama dengan apa yang dicintainya, ia akan senang dan rela untuk berlama-lama dengan apa yang dicintainya. Jika seseorang mencintai Allah maka ciri utamanya ialah
 “Barang siapa yang mencintai Allah maka ia senang untuk bersama-Nya”.
Orang yang mencintai Allah ia tidak aka terburu-buru dalam beribadah kepada Allah. Contohnya ketika sholat, seseorang yang mencintai Allah ia akan tuma’ninah dalam sholatnya, tenang dalam setiap gerakan sholatnya yang akan melahirkan kekhusyu’an.

Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa manusia akan rusak tanpa ilmu, ilmu tidak berguna tanpa amal, dan amal akan sia-sia tanpa ikhlas. Mudah-mudahan ibadah yang kita lakukan ikhlas karena Allah SWT. Aamiin.

Kamis, 28 Mei 2015

Cerpen pertama

Gak nyangka ternyata gua pernah bikin cerpen romantis kaya gini. Kalo dibaca sekarang rasanya aneh aja. Waktu itu Gw bikin cerpen ini buat lomba diva yang bertema cinta. Padahal gw aja bingung karena gw gatau yang romantis itu kaya gimana. Cerpen ini dibuat dalam waktu satu malam. Makasih buat Fatih (yang bentar lagi jadi dokter gigi) untuk kata-kata motivasinya yang tentang Albert Einstein. Makasih juga buat Ghina (yang sekarang masih sekampus ITENAS) dan Sarah (yang bentar lagi jadi guru) udah menemani bikin cerpen ini walau dari jarak jauh. Tanpa kalian cerpen ini tak berkesan (walaupun ceritanya acak-acakan). Sukses selalu untuk kalian. Cerpen ini sangat mengenang kalian. 


You’re  So Spesial ~ Ti Amo
By : FZM

“Ada dorongan yang lebih kuat daripada energi atom, arus listrik dan uap air yaitu keinginan[1]“, itulah kata-kata motivasi dari Fhari yang selalu diingat Fira agar membuatnya semangat dan rajin belajar.
Tapi ternyata memang benar, setelah Fira mendapat kata-kata itu dari Fhari dia menjadi semangat belajar. Emang sih walaupun udah semangat belajar, Fira masih tetep denger suatu kata yang sangat ganas yaitu remidial. “Gue gak mau jadi orang bodo kayak gini, pengen bisa kayak dulu lagi jadi orang pinter. Tapi gue yakin gue bisa balik lagi jadi pinter dengan seizin Tuhan“, kata Fira dalam benaknya. Dia masih suka nangis gara-gara denger kata itu. Tapi dia kembali semangat ketika mengingat kata-kata motivasi itu.
Akhirnya, berkat perjuangan Fira yang selalu semangat belajar, lama kelamaan dia bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Tapi sayang, Fira tak pernah mengingat Fhari, orang yang udah ngasih kata-kata motivasi itu. Yang dia ingat hanyalah Danniel..Danniel..dan Danniel.
Sekilas tentang Fira. Nama panjangnya Nafira Hasna, tapi dia lebih suka dipanggil Fira. Dia gadis kelahiran tahun 1997. Sekarang duduk di kelas XI IPA 3. Muda banget ya??
---------------------------------------------------------------------------------------------
‘‘Fira, elo tau gak? Tadi udah diumumin nilai ulangan fisika“, Ghina memulai rencananya untuk membuat Fira menangis.
‘‘ Terus nilai gue berapa?“, seru Fira sambil memegang pundak Ghina dari dari depan.
‘‘ Nilai elo miris. Elo harus mengikuti remidial“, Ghina menjalankan rencananya.
‘‘Yah, sia-sia dong gue udah belajar semaleman?“, kata Fira dengan wajah memelas.
‘’Hasil kerja elo gak sia-sia kok. Malahan nilai elo udah ngalahin nilai gue“, tiba tiba Fhari muncul dari belakang.
Akhirnya rencana Ghina ketahuan juga. “Ghina…………………….! Sialan loe!”, teriak Fira.
Hari ini Fira terlihat sangat berbunga-bunga, karena kerja kerasnya semalem gak sia-sia. Dia langsung menelpon Bundanya untuk menceritakan keberhasilannya.
Yeah, akhirnya gue bisa ikutan les bahasa Italia lagi. Pikir Fira dalam benaknya. Bunda pernah berjanji jika Fira udah bisa dapet nilai 90 di semua pelajaran eksak, dia boleh ikutan les bahasa Italia lagi. Wajar sih, dia emang pengen banget masuk kedokteran. Minimal jadi pacarnya anak kedokteran. Jadi dia sama sekali gak boleh menyimpan angka merah di rapor untuk pelajaran eksak.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
‘‘Hei, elo mau ikutan lagi les bahasa Itali gak? Signora Fira?“, suara seorang pria bersuara dingin dari belakang.
Fira dengan gaya so nya, menjawab pertanyaan pria dingin itu dengan cepat. ‘‘Oh, ya pasti dong gue ikutan lagi. Gue kan pencinta bahasa Itali.”
Yaampun, Danniel you are “SIGNOR BELISSIMO”. Ya, Signor Belissimo adalah panggilan buat Danniel dalam bahasa Itali, yang artinya super ganteng. Emang sih Danniel itu super ganteng dan pintar. Pantas saja banyak orang yang suka sama Danniel. Dia selalu mendapat juara umum pertama di SMA Kakaktua Jakarta. Satu lagi, dia murid favorit semua guru. Dulu aja di kelas X-1 semua cewe naksir sama dia.
Fira jadi kesel karena banyak orang yang suka sama Danniel. Sebenernya Danniel menyimpan perasaan pada Fira, tapi dia gak mau nunjukin perasaannnya. Kalo ketemu pasti aja mereka saling berantem, padahal mereka berdua saling suka. Jadi gak ada orang yang curiga kalau mereka saling suka. Mereka berdua pun gak tahu tentang perasaan mereka.
Fira sedih banget pas denger kalau Danniel pacaran sama cewe yang bernama Anita. Padahal sebenernya Danniel itu gak beneran suka sama Anita, cuman siasat untuk membuat Fira cemburu. Apalagi ketika mereka berdua berbeda kelas. Fira di kelas XI IPA 3 dan Danniel di kelas XI IPA 1.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari pertama di suasana les bahasa Itali. ‘‘Aduh sial, ini kan hari pertama gue masuk les bahasa Itali. Telat deh gue“, gumam Fira sambil buru-buru.
Tukan bener aja gue telat. What should I do? Tanyanya dalam hati. Fira bingung.
‘‘Signora Fira, silakan anda duduk dengan Danniel“, kata Pak Deno guru bahasa Itali yang udah populer.
What?? Gue duduk sama si Danniel? Fira tercengang.
‘‘Eh, asal elo tau ya sebenernya gue gak mau duduk sama elo. Ini karena terpaksa”, kata Fira sambil so sibuk nyari buku.
‘‘Kepaksa juga gapapa kok. Gue seneng banget bisa duduk sama elo.“ Gumam Danniel.
‘‘Apa Danniel? Nah ini dia bukunya ketemu.“ Ternyata Fira gak denger kata-kata Danniel tadi.
‘‘Tau ah, dasar elo ini. Gak ada kata pengulangan.“ Danniel pura-pura marah.
‘‘Buona Sera. Mi chiamo Deno. Sono l’insegnante di questa classe[2].” Suara itu menghentikan pertengkaran Fira dan Danniel.
‘‘Oke, sekarang keluarkan buku tulis dan jawab pertanyaan ini.“
Satu jam sudah terlewati. Semua murid keluar meninggalkan kelas les.
’’Fira, mau pulang bareng gak?’‘ Baru kali ini Danniel menawarkan tumpangan.
‘‘Gak ah. Nanti gue dibawa celaka sama elo.” Fira asal ngomong.
“Sialan lo! Gue gak sejahat itu.” Kata Danniel sambil mengejar Fira. Akhirnya mereka pulang bersama. Danniel, lui e` perfetto[3]. Gumam Fira.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
‘‘Fira, kayanya si rambut gel Fadlan suka tuh sama elo.“ bisik Ghina.
Tapi Fira cuek aja. Dia malah ngobrol sama Fhari. Ghina cemberut. Ghina emang suka banget ngerjain Fira. Soalnya Fira itu orangnya lemot. Tapi kadang Fira marah kalau udah dikerjain. Walaupun gitu, Fira dan Ghina sahabat sejati.
Hari ini ulangan Kimia. “Fira, nanti kasih tau gue ya! Gue belum ngapalin sedikit pun.“, kata Ghina.
 ‘‘Jangan tanya ke gue, mending elo nanya sama orang di belakang tuh. Mereka kan pada pinter.“
‘‘ Bener juga lo! Ada si Fatih yang super pinter.” Ghina merasa beruntung kali ini ulangan Kimia duduk di depan Fatih, si juara kelas di XI IPA 3. Semua rumus dia hafal deh pokoknya. Emang super pinter tu orang. Makan nya apa ya.
‘‘Denger ya, gue gak akan bagi-bagi hasil kerjaan gue sama siapa pun.“ Kata Fatih dengan so‘ nya.
“ Dasar pelit.“ Ghina cemberut.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Fira, ada yang manggil elo tuh di luar.“ Ghina berteriak dari luar.
Ternyata Danniel. Mau apa ya Danniel datang ke kelas gue? Dalam hati Fira sambil gerogi.
 “Hei, ngerjain PR bareng yu, yang 20 soal dari pa Deno!“ Kata Danniel dengan senyuman manisnya.
”Ayo, kerjain di perpustakaan aja ya.“ kata Fira dengan membalas senyum manis Danniel.
Makin sini Danniel dan Fira semakin akrab. Mereka sudah jarang berantem kaya dulu. Danniel begitu spesial. There’s something missing about them.
Selesai mengerjakan PR dengan Danniel, Fira pergi ke kantin sama Ghina.
“Elo segitu silaunya ya sama mukanya Danniel yang cakep abis itu?“
“Diem deh Ghin. Lo kira gue gampang ketipu sama mukanya si Danniel? ”
“Lagian lo tumben banget mau diajak pulang bareng sama dia.”
“Danniel...beda banget sama cowok lain. Dia cakep, pinter, baik lagi. Omongannya juga nyambung sama Gua.”
“Tapi si Fhari juga kan baik banget ke elo. Dia suka ngajarin elo, sampe elo bisa dapet nilai bagus. Dia juga suka bantuin elo. Kemarin Fhari curhat sama gue kalau dia suka sama elo.“
“Iya sih. Eit, nilai bagus kan itu usaha gue. Enak aja. Tapi kalau diajak ngobrol lebih enakan Danniel. There’s something missing about them.“ Kata Fira sambil senyum-senyum.
Kayanya gadis remaja itu lagi jatuh cinta berat. Gawat nih.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
 Sore ini ada jam les bahasa Itali. Fira hari ini males banget buat les, tapi ketika dia melihat HP-nya. Waw..it’s magic. Fira dapet 3 SMS dari Danniel.
Danniel-20 April 2012-03.00 pm
From : Danniel
Fira, mau ke tempat les bareng gak?
 Pastinya gue mau banget.
Danniel-20 April 2012-03.20 pm
From : Danniel
Fira, dri tadi gue nunggu loe, tapi gak dateng aja. Ywdh gue duluan y.
Gue tunggu di tempat les.
Ha? Nyesel banget deh gak bareng Danniel.
Danniel-20 April 2012-03.00 pm
From : Danniel
Fira, loe lama banget sih. Cepet kesini! Tanpa loe, gue kesepian.
Hurry, save me from these lunatic teens.

Ha?! Abis deh semua kesempatan gue. Fira mulai panik dan cepet-cepet pergi ke tempat les.
Setelah les selesai, mereka berdua mengobrol sambil melewati lorong-lorong kelas les.
“Loe, suka bahasa Itali karena apa?”, tanya Danniel.
“Gue suka bahasa Itali sejak gue baca novel yang berjudul “SIGNOR BELISSIMO.“
“Hah? Kok bisa sama kayak gue sih. Gue juga suka bahasa Itali gara-gara baca novel itu.
“..Saat kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membantumu meraihnya[4]. Bisik Danniel ngikutin kata-kata yang ada dalam novel itu.
Fira kaget. “ Ha? Itu kan kata-kata kesukaan gue di novel itu.“ Kata Fira dalam hati. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Fira seneng banget, akhirnya dia bisa dapetin juara pertama di kelasnya. Yeah..yeah.. Gue dapet peringkat sama kaya Danniel. Kata Fira dalam benaknya. Fira juga berterima kasih sama Fhari yang suka ngasih motivasi.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
2 tahun berlalu. Fira dan Danniel berpisah. Mereka meneruskan kuliahnya ke Fakultas Kedokteran. Akhirnya, cita-cita Fira yang pengen jadi dokter bentar lagi tercapai. Sekarang dia kuliah di Fakultas Kedokteran UNPAD Bandung. Danniel yang bercita-cita sama dengan Fira meneruskan kuliah di Fakultas Kedokteran UI. Walaupun begitu, mereka masih akrab.
Karena Fira mendapat nilai IPK tertinggi di universitasnya, dia mendapat beasiswa S2 ke Prancis. Tak disangka, di Prancis Fira bertemu dengan Danniel. Mereka bahagia ditempatkan di Universitas yang sama oleh Tuhan.
Tiba-tiba saja Danniel memberi secarcik kertas pada Fira. Danniel tampak aneh. Danniel langsung pergi meninggalkan tempat itu.

Dear, Fira
Piacere[5]. Masih ingatkah?

Saat itulah si bocah merasa waktu berhenti, dan
Jiwa Buana menyentak dari dalam dirinya.
Ketika dia menatap mata hitam gadis itu,
dan melihat bibirnya bersikap antara tertawa dan diam,
dia mengerti bagian terpenting dari bahasa yang digunakan
oleh seluruh dunia-bahasa yang bisa dipahami oleh
setiap orang di bumi dengan hati mereka.
Itulah cinta.
Sesuatu yang lebih tua dari umat manusia, lebih purba dari gurun.
Sesuatu yang menggunakan daya yang sama
Kapan pun dua pasang mata bertemu...(Sang Alkemis, h. 99)

You’re so spesial for me. Ti Amo. Sekarang kita dipertemukan kembali. Suka telah berubah menjadi cinta. Would you like to marry with me?
                                                                                                Your love,
                                                                                                             Danniel
Fira meneteskan air mata kebahagiaan.


The End
***





[1] Albert Einstein
[2] Selamat sore. Nama saya Deno. Saya akan mengajar kelas ini.
[3] Dia sempurna
[4] Paulo Coelho, Sang Alkemis, Penerbit Alvabet, h.25
[5] Seneng bisa ketemu lo.